TAMAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH CAHAYA INSAN CENDEKIA

Multiple Intelligences-fingerprint test

Posted on: October 14, 2011


Sidik Jarimu Memberi Tahu

Orangtua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus biasanya bingung karena tidak mampu melihat bakat tersembunyi sang buah hati. Fingerprint test mencoba menjawab problem anak yang mungkin memiliki bakat terpendam.

Pikari (42) merasa beruntung telah melakukan fingerprint test (FT) bagi anaknya yang autis. Selama 12 tahun lebih merawat dan mendidik anaknya, Pikari masih belum tahu metode apa yang tepat untuk anaknya.

Namun, ia merasakan terapi-terapi yang selama ini diberikan sudah membuahkan hasil yang signifikan. Lewat FT, ia jadi lebih tahu dan yakin bahwa anaknya perlu diberi pembelajaran dengan metode visual, audio, dan sentuhan.

Karena itu, Pikari yang juga pendiri dan pendidik di sekolah autis di kawasan Jakarta Selatan ini menganjurkan setiap muridnya menjalani FT agar bisa memberikan program lanjutan untuk mereka.

Dermatoglyphic

FT alias uji membaca sidik jari adalah metode berlandaskan dermatoglyphic, ilmu pengetahuan yang usianya ratusan tahun. FT adalah genetik blueprint.

Dermatoglyphic-dari bahasa Yunani, derma berarti kulit dan glyph ukiran- adalah ilmu pengetahuan yang berdasar teori epidermal atau ridge skill (garis-garis pada permukaan kulit, jari-jari, telapak tangan, hingga kaki). Dermatoglyphic mempunyai dasar ilmu pengetahuan yang kuat karena didukung penelitian sejak 300 tahun lalu.

Para peneliti menemukan epidermal ridge memiliki hubungan yang bersifat ilmiah dengan kode genetik dari sel otak dan potensi inteligensia seseorang. Penelitian dimulai oleh Govard Bidloo pada tahun 1685. Lalu, berturut-turut dilakukan oleh Marcello Malpighi (1686), J.C.A. Mayer (1788), John E. Purkinje (1823), Dr. Henry Faulds’ (1880), Francis Galton (1892), Harris Hawthorne Wilder (1897), Noel Jaquin (1958).

Beryl B. Hutchinson tahun 1967 menulis buku berjudul Your Life in Your Hands, sebuah buku tentang analisis tangan. Terakhir, hasil penelitian Beverly C. Jaegers (1974), sidik jari tercermin dalam karakteristik dan psikologi seseorang. Hasil penelitian mereka telah dibuktikan di bidang antropologi dan kesehatan.

Hubungan Lahiriah

Pola sidik jari manusia sangat unik dan dipengaruhi oleh proses pembentukannya secara genetik. Menurut Al Gaan, praktisi FT, sidik jari manusia tidak akan pernah berubah, dan berhubungan erat dengan perkembangan sistem saraf.

“Pembentukan sidik jari ditentukan oleh DNA, dimulai saat janin berusia 13 minggu, bersamaan dengan pembentukan otak. Prosesnya akan sempurna pada minggu ke-24. Sidik jari manusia tak akan pernah berubah dan tidak bisa dibohongi,” tutur laki-laki kelahiran Pematang Siantar, 12 Februari 1968 ini.

Tak heran, dalam pembuatan kartu tanda pengenal, Anda diwajibkan untuk membubuhkan sidik jari. Dalam kasus-kasus kriminalitas, polisi selalu memasukkan sidik jari tersangka dalam database. Data itu bila dibutuhkan bisa dicocokkan kembali.

Dituturkan Al, demikian ia biasa disapa, ada bukti ilmiah tentang hubungan lahiriah antara sidik jari dengan kualitas dan bakar seseorang. Dengan mengetahui kecerdasan anak secara dini, Anda bisa menyesuaikan, merencanakan, serta menerapkan dengan tepat cara dan bidang pendidikan yang bisa dikembangkan pada diri si anak.

Contohnya, anak dengan tipe kognitif harus dititikberatkan pada kualitas dan ketepatan informasi yang diberikan. Itu pula yang dirasakan Pikari terhadap anaknya yang mengalami autis.

Lebih lanjut kata Al, FT dapat dimanfaatkan Anda untuk mengetahui multiple intelligences, termasuk kekuatan dan kelemahan seseorang. Selain itu dapat dimanfaatkan untuk memilih bidang pendidikan dan pekerjaan yang tepat, metode belajar, dan mengetahui karakter seseorang.

Hasil analisis FT memang tidak dapat memberitahu masa depan seseorang, tetapi bisa memberikan solusi komprehensif dalam distribusi kecerdasan lahiriah, potensi, dan gaya belajar komunikatif yang disukai.

Lima Hari

Untuk memeriksa kecerdasan Anda atau anak Anda lewat sidik jari, awalnya telapak tangan difoto dengan sebuah kamera yang terhubung pada layar monitor. Selanjutnya, kesepuluh jari discan pada sebuah alat menyerupai bentuk mouse komputer. Caranya cukup dengan meletakkan masing-masing ujung jari secara bergantian. Saat itulah, kesepuluh sidik jari Anda telah terekam dalam seperangkat komputer. Kemudian, Al atau seorang FT analis akan menganalisisnya.

Hasil seluruh analisis secara detail baru bisa diberikan 5 hari kemudian, menunggu hasil analisis laboratorium di Singapura. Di Indonesia memang belum ada laboratorium khusus untuk FT ini.

Rieka Dewi Tresnaningsih dari DPI Consulting menambahkan, saat hasil lengkap rekam sidik jari diberikan kepada pasien, tim psikolog DPI Consulting siap memaparkan artinya. Untuk informasi, jari kelingking menggambarkan penglihatan. Jari manis melambangkan pendengaran; jari tengah berhubungan dengan sentuhan, keseimbangan, pergerakan, serta koordinasi tangan dan kaki. Jari telunjuk sebagai proses informasi (tangan kiri untuk logika, tangan kanan untuk pikiran). Ibu jari untuk berpikir dan membuat keputusan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: