TAMAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH CAHAYA INSAN CENDEKIA

Model pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Paud

Posted on: October 12, 2012

Perkembangan bahasa mengikuti urutan yang teratur. Dalam bahasa anak terdapat banyak keumuman dan kekonsistenan , tetapi setiap kelas akan ada kemapuan yang beraneka ragam. Strategi dalam membantu perkembangan bahasa anak harus didasarkan pada kesadaran akan tingkat perkembangan.

Anak terbuka pada hal-hal yang sudah familiar, baru dan menyenangkan. Guru bisa memancing anak untuk mengeluarkan ide dengan cara menggunakan beragam mainan, dan bahan pembelajaran. Guru harus menyedian waktu yang cukup bagi anak untuk mengamati dan mengekplorasi bahan pembelajaran, dan begitu juga guru harus memberikan waktu yang cukup bagi anak untuk berbicara dengan lainnya dengan menggunakan bahasa yang makin meningkat tingkat kerumitannya.

Lingkungan kelas harus diatur agar anak bisa berinteraksi satu sama lain, dengan guru, ada input, latihan dan feedback bahasa yang terjadi. Mengembangkan pengalaman nyata anak dengan bahan ajar untuk meningkatkan kosa kata anak dan membawa anak berhubungan langsung dengan kata baru melalui penggambaran secara langsung baik dengan teman atau guru.

Ada beberapa teknik yang bisa digunakan untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak

a. Expansion: untuk membantu memperpanjang ujaran anak, ujaran anak cenderung berpola oleh karenanya tambahan pola perlu diberikan.

Anak : “I see cat.”

Guru : “ Yes, I see a big, white cat.”

b. Correction: Untuk meningkatkan kualitas ujaran anak

Anak : ”Me want cookies.”

Guru : “Yes, I want cookies.”

c. Extension: Guru mengucapkan untuk memberikan informasi baru

Anak : “My car goes.”

Guru : “Yes, and some go fast and some go slow.”

d. Modeling: Ini adalah penggunaan struktur bahasa orang dewasa untuk menjawab pertanyaan dari anak, oleh sebab itu tetap dibatasi kosakatanya. Orang dewasa sebagai model bagi anak.

e. Open-ended Question: Memberikan pertanyaan pada anak agar anak bisa bergerak kearah yang lebih dari kalimat pertamanya.

Anak : Truck broke.”

Guru : “How did the truck break?”

Teknik-teknik di atas menunjukkan bahwa didalam membantu pembelajaran bahasa, anak bukanlah pendengar pasif, tapi bisa berperan sebagai participant aktif dalam mengembangkan bahasanya melalui pengalaman yang bermakna bagi anak. Ini berarti guru harus menjadi pengamat yang aktif dan mengikuti interaksi anak secara langsung.

Memahami perkembangan bahasa anak, struktur, dan fungsinya adalah tugas yang cukup menantang bagi guru. Guru harus ekstra dan secara terus menerus membantu apa yang familiar dan dikenal anak, menghubungkannya dengan pengalaman baru, dan kemudian mengembangkan agar bahasa baru bisa dikuasai anak.

Model-Model Pembelajaran

Model pembelajaran ini sengaja disajikan untuk mempermudah peserta dalam mempraktekannya di tempat masing-masing. Karena sifatnya contoh untuk itu bahan pembelajarannya disesuaikan di tempat masing-masing. Tema yang disajikan juga belum menyeluruh. Untuk itu tema-tema yang belum ada pembelajarannya bisa mengadopsi pada contoh-contoh yang diberikan.

School

Tour of School. Ajak anak keliling dan bertemu karyawan sekolah.

Learning about School Helpers. Lakukan keliling sekolah untuk menjumpai school helpers(nurse, librarian, school secretary, and principal). Mintalah masing-masing helper memperkenalkan diri pada anak tentang nama, tugas dan alat-alat yang digunakan dalam bertugas.

Learning about School Helpers/Classification. Guru telah menyiapkan foto-foto semua school helpers dan gambar alat yang digunakan. Anak menyebut nama alat dan nama orang yang menggunakan.

Language Experience Story. Tulis cerita pendek tentang setiap school helper dengan bahasa yang sederhana.

Listening Game. Rekam suara yang familiar yang ada di sekolah, contoh suara air keran, pintu dibuka/ditutup, orang menyanyi. Minta anak mendengarkan dan mengidentifikasi suara apa.

School Bus. Minta pak sopir bus sekolah untuk mengajak anak keliling. Mintalah pak sopir menyebutkan bagian-bagian bus (door, steering wheel, seat bealt dll)

Make a School Booklet. Tergantung dari tingkat kelompoknya, anak bisa menggambar sendiri atau hanya mewarnai gambar yang sudah disiapkan oleh guru tentang kegiatan-kegiatan sekolah seperti waktu makan kue, menggambar, mendengarkan cerita, bermain diluar, atau bermain balok. Pastikan bahwa tugas guru adalah berbicara dengan anak melalui gambar tersebut. Kegiatan ini lakukan berkali-kali.

Labeling. Minta anak memberi nama bahan-bahan yang ada di dalam kelas.

Matching. Minta anak mencocokan gambar dengan objeknya yang ada di dalam kelas sambil menyebutkan namanya.

Following Directions. Minta anak melakukan satu, dua perintah. Contoh,”Bring me the scissors, then pick up the book.”

Memory Game. Siapkan tiga sampai lima bahan atau gambar dan beri nama, minta anak menutup mata lalu guru mengambil/menghilangkan satu bahan. Minta mereka membuka mata dan tanya barang apa yang hilang.

Sorting and Classifying. Pilih gambar-gambar yang ada hubungannya dengan sekolah dan yang tidak lalu minta anak memilih mana yang tidak termasuk di sekolah.

Riddles. Letakkan barang dibalik tirai. Berikan kata-kata bantuan lalu minta anak menebak nama barang tersebut.

Body Parts

Responding to Questions Using Full Sentences. Tanya anak” What is you name?” Anak harus menjawab dengan kalaimat lengkap, “ My name is ……………..” selanjut setelah dilatih berkali-kali guru bisa mengembangkan pertanyaan seperti, “What color is your shirt? Where are your shoes? Who is sitting next to you? Supaya anak senang rekam jawaban mereka dan perdengarkan lalu minta mereka menebak suara siapa.

Star of the Day or Week. Pilih hari khusus untuk anak sebagai bintangnya. Pada hari yang sudah ditentukan anak sebagai bintang boleh memakai pakaian berbeda kesekolah atau membawa album keluarga, boneka, mainan. Anak bisa menunjukkannya pada yang lain dan bisa untuk display.

What I can Do. Siapkan gambar tentang orang yang melakukan sesuatu, tunjukkan pada anak macam-macam aktifitas tersebut seperti, menyisir rambut, naik sepeda, melukis, melempar dll. Guru member contoh, “ He is combing his hair.” Minta anak mengulang. Lalu Tanya pada mereka, “ Who can comb his hair?” Pastikan gambar terdiri dari laki-laki atau perempuan supaya anak bisa belajar he dan she.

Make a “Me” Book. Terdiri dari beberapa halaman didalamnya ada gambar/foto anggota keluarga, binatang kesayangan, makanan kesukaan, acara TV, dan kegiatan pengisi waktu. Buku ini bisa ditambah halamannya sesuai selera anak bisa juga ditambah potongan-potongan gambar dari majalah.

Mirror, Mirror: Minta anak berdiri di depan cermin lalu mintalah dia berbicara satu dua kata/kalimat tentang dirinya sendiri.

Same and Different. Minta dua anak berdiri di depan cermin lalu minta mereka menyebut persamaan dan perbedaan diantara mereka.

Describing Each Other. Minta anak berdiri berhadapan, masing mengatakan sesuatu tentang yang lain.

Person Collage. Beri anak gambar berbentuk lingkaran, setiap hari tambahkan bagian-bagian seperti gambar mata, hidung, mulut,. Gunakan benang untuk rambut. Bahas masing-masing fungsinya.

Assemble a Body. Sediakan guntingan gambar lengan, kaki, badan, kepala (bentuk semacam puzzle), minta anak menggabungkan kembali lalu bertanyalah tenatang fungsi anggota badan tersebut.

Body Part-Clothing. Bawa satu tas berisi pakaian yang berbeda (baju, sarung tangan, kaus kaki,celan, topi, kerudung dll). Tanyakan bagian tubuh mana yang ditutup oleh kain/barang tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: