TAMAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH CAHAYA INSAN CENDEKIA

Mengenal Beberapa Kelainan pada Anak

Posted on: October 24, 2012

Orthopedagog…

Apa itu orthopedagog?

Orthopedagog adalah terapi untuk mengatasi kesulitan belajar khusus pada anak. Kesulitan-kesulitan ini umum terjadi pada anak-anak usia sekolah dan bisa dideteksi oleh orang tua atau guru, ketika anak menunjukkan beberapa gejala tertentu.

Semua kesulitan belajar khusus ini bisa terjadi apa setiap anak, tidak tergantung pada kondisi fisik maupun intelektual (IQ). Sebab terjadinya kesulitan belajar ini bisa bermacam-macam, termasuk koordinasi pada otak, saraf, motorik halus, dll.

DISLEKSIA (DYSLEXIA)

Disleksia adalah kesulitan belajar khusus yang mempengaruhi dalam membaca dan menulis. Seseorang dengan problem dyslexia mempunyai kesulitan mengenali dan mengartikan suatu kata, mengerti isi suatu bacaan, dan mengenali/mengkoordinasikannya dengan bunyinya.

  • Kesulitan mengasosiasikan (menghubungkan arti) suatu huruf dengan bunyinya
  • Terbalik dengan huruf (dia jadi bia) atau kata (tik jadi kit)
  • Kesulitan membaca kata tunggal
  • Kesulitan mengeja kata tunggal
  • Kesulitan mencatat huruf/kata dari papan tulis atau buku ke catatannya
  • Kesulitan mengerti apa yang mereka dengar (auditory)
  • Kesulitan mengatur tugas, material, dan waktu
  • Kesulitan mengingat isi materi baru dan materi sejenisnya
  • Kesulitan dengan tugas menulis
  • Kesulitan pada kemampuan motorik halus (misalnya memegang alat tulis, mengancing baju)
  • Tidak terkoordinasi
  • Masalah perilaku dan/atau tidak suka membaca

 

DISGRAFIA (DYSGRAPHIA)

Kesulitan khusus di mana anak tidak bisa menuliskan/mengekspresikan pikirannya ke dalam bentuk tulisan, karena mereka tidak bisa menyusun huruf/kata dengan baik dan mengkoordinasikan motorik halusnya (tangan) untuk menulis. Pada anak-anak umumnya, kesulitan ini bisa terlihat saat anak mulai belajar menulis. Kesulitan ini tidak tergantung kemampuan lainnya. Seseorang bisa sangat fasih dalam berbicara dan keterampilan motorik lainnya, tapi mempunyai kesulitan menulis.

Beberapa gejala yang terlihat :

  • anak bisa berbicara dengan baik, tapi menulis dengan jelek
  • mengeja dengan salah (kata dieja berbeda), terbalik, bunyi yang hampir sama, menghilangkan bunyi.
  • salah mengerti pertanyaan atau kuis.
  • salah mengurutkan angka dan terbalik menulis angka
  • secara umum tidak mampu menulis (dengan waktu dan perhatian yang diberikan untuk itu)
  • tidak konsisten : mencampuradukkan huruf, huruf besar dan kecil, ukuran huruf yang tidak teratur, bentuk huruf tidak teratur, bentuk benda yang tidak beraturan ukurannya.
  • Tidak menyelesaikan kata atau huruf-huruf yang ditulisnya.
  • Posisi menulis yang tidak konsisten pada halaman kertas dibandingkan garis dan batas kiri/kanan kertas.
  • spasi yang tidak beraturan di antara huruf dan kata
  • cara memegang pensil yang tidak biasa (karena pengaruh motorik halus), terutama memegang pensil sangat dekat dengan kertas atau jari jempol menutupi dua jari dan menulis dengan pergelangan tangan
  • Bicara sendiri dengan keras saat menulis atau sangat memperhatikan tangan saat menulis
  • Lambat dan sangat susah mencatat dan menulis, walaupun dari material yang sangat rapi dan mudah
  • Kesulitan berpikir dan menulis pada saat yang sama (mencatat, mengarang)
  • kesulitan membayangkan formasi huruf

 

DISKALKULIA (DYSCALCULIA)

Diskalkulia adalah kesulitan untuk melakukan hitungan matematik. Diskalkulia bisa terjadi pada siapapun dan tidak tergantung pada intelektualnya (IQ), di mana mereka mengalami kesulitan dengan waktu, pengukuran, dan pemikiran sebab akibat.

  • kesulitan dengan aritmatika, bingung dengan tanda : + – :  x (kesulitan mengenali pola ketika menjumlah, mengurangi, mengalikan, membagi)
  • kesulitan mengerti konsep nilai, jumlah, urutan angka, angka positif dan negatif
  • kesulitan mengurutkan informasi atau peristiwa
  • kesulitan menggunakan langkah-langkah dalam operasi matematika
  • kesulitan mengerti bagian-bagian (setengah, sepertiga, seperempat)
  • Tidak mampu menyatakan angka mana dari 2 angka berbeda yang nilainya lebih tinggi
  • Kesulitan dengan tugas sehari-hari seperti menghitung uang kembalian atau membaca jam analog
  • kesulitan dengan konsep waktu dan mengukur berapa lama waktu (hari, minggu, jam, setengah jam, seperempat jam)
  • kesulitan dengan arah kiri dan kanan, utara, selatan, timur, barat, walaupun dengan bantuan kompas
  • kesulitan memperkirakan ukuran suatu benda atau jarak
  • kesulitan membaca urutan angka, atau membalik angka ketika diulang, misalnya 56 jadi 65

Tiap anak mempunyai cara belajar yang paling baik bagi mereka, di mana mereka bisa menyerap informasi dengan lebih baik. Misalnya, ada anak yang menangkap informasi lebik baik dengan cara visual (penglihatan), auditori (mendengar), atau taktil (meraba). Terapis ORTHOPEDAGOG bisa mengidentifikasi kesulitan belajar anak dan menerapkan latihan-latihan tertentu sehingga anak bisa mengembangkan potensi belajarnya lebih optimal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: