TAMAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH CAHAYA INSAN CENDEKIA

Membekali Anak dengan Life Skill

Posted on: September 14, 2013

Cerdas saja ternyata tidak cukup untuk menjadikan anak sukses di masa depan. Dibutuhkan juga keterampilan hidup (life skill) sebagai bekal yang harus dimiliki anak sejak dini.

Di masa periode emas, 1–3 tahun, anak akan sangat mudah menyerap segala informasi termasuk belajar tentang segala sesuatu. Maka dari itu, gunakan masa-masa tersebut untuk memberikan bekal seperti kecerdasan kepada anak. Pemberian bekal sejak dini sangat baik dilakukan untuk meraih sukses di masa depannya kelak. Bila kecerdasan tidak mulai ditanamkan sejak dini, maka anak tak akan memiliki keterampilan apa pun kelak.

Jika berbicara tentang kesuksesan, ternyata tidak jauh dari kata cerdas.
Cerdas berarti mampu menjelaskan sesuatu yang rumit secara sederhana kepada orang lain. Sedangkan kecerdasan adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar.Prof DR H Arief Rachman MPd mengatakan bahwa kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu untuk meraih sukses. Namun, dalam meraih sukses banyak yang harus dipersiapkan selain kecerdasan, yaitu keterampilan hidup.

Arief menjelaskan, keterampilan hidup adalah seperangkat keterampilan manusia yang diperoleh melalui pengajaran atau pengalaman langsung yang digunakan untuk menangani masalah dan pertanyaan yang biasa ditemui dalam kehidupan manusia sehari-hari. “Jadi, cerdas saja tidak cukup untuk menjadikan seseorang sukses. Bekali anak dengan keterampilan hidup,” kata guru besar Universitas Negeri Jakarta ini.

Generasi muda harus memiliki keterampilan hidup. Oleh sebab itu, orang tualah yang harus membekali anak untuk memiliki keterampilan hidup ini. Dengan adanya keterampilan hidup, maka pembelajaran yang diperoleh anak tidak sekadar menyerap informasi apa yang orang tua miliki. Namun lebih jauh, anak akan memahami esensi dari apa yang diberikan oleh orang tua kepada mereka.

“Life skill merupakan modal yang akan menopang tumbuh kembang anak.” Dalam memberikan pembekalan keterampilan hidup, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Persiapan yang harus dilakukan, di antaranya dengan memperhatikan kebutuhan fisiknya, berupa asupan gizi yang baik, memantau tumbuh kembang anak, memeriksakan kesehatan anak secara rutin, pemenuhan kebutuhan sandang, dan menyediakan permukiman yang sehat dan layak bagi proses tumbuh kembang anak.

Saat membekali keterampilan anak, Anda juga harus memperhatikan kebutuhan emosi atau kasih sayangnya. Kebutuhan emosi tersebut, di antaranya dengan menghadirkan cinta (seperti perhatian, kesediaan berbagi dan bersikap adil atau sportif), menciptakan hubungan yang erat dan hangat, menumbuhkan rasa aman dan rasa percaya diri, menumbuhkan kecerdasan spiritual (menghadirkan Tuhan dalam setiap kesempatan dan langkah kehidupan) termasuk bersikap demokratis.

Jika orang tua bersikap demikian, maka anak akan merasa dihargai sehingga termotivasi untuk berkreasi dan berprestasi. Jika anak sudah mendapatkan pembekalan keterampilan hidup sejak dini, maka jaminan mendapatkan kepastian untuk mendapatkan sukses atau saat anak masuk ke jenjang yang lebih tinggi, menjadi lebih mudah. Hal tersebut dikarenakan pembekalan keterampilan hidup yang dimilikinya akan diberdayakan dan dioptimalkan. “Secara tidak langsung, apabila orang tua yang telah memberikan anak keterampilan hidup, maka menjadikan anak untuk berpikir secara kreatif,” ungkap dia.

Pembekalan keterampilan hidup juga dapat menjadikan kecerdasan majemuk yang dimiliki anak berkembang dengan baik. Kecerdasan majemuk tersebut meliputi, kecerdasan linguistik (lingistic intellegence), kecerdasan emosional (emotional intelligence), kecerdasan intrapersonal (self intellegence), kecerdasan musikal (music intellegence), kecerdasan antarpersonal (people intellegence), dan kecerdasan naturalis (natural intellegence).

“Memberikan pengajaran tentang problem solving (memecahkan masalah) pada anak, juga merupakan salah satu cara memberikan keterampilan hidup pada anak,” ucap pengamat anak, Dr Seto Mulyadi Spi Msi yang akrab disapa Kak Seto.

Jika anak sudah memiliki bekal keterampilan hidup, maka kemampuan anak dalam bersosialisasi pun akan menjadi lebih baik.
Untuk itu, bagi orang tua yang menginginkan anaknya sukses, cerdas bukan saja salah satu caranya, tetapi juga pembekalan akan keterampilan hidup. Ingat! tidak pernah ada kata terlambat untuk membekali anak dengan keterampilan hidup.

Berikut ini adalah rancangan dan alokasi bagi pendidikan keterapilan

MODEL KERANGKA STRUKTUR PROGRAM KURIKULUM”LIFE SKILLS”

No

BIDANG LIFE SKILLS

PORSI

MATA PELAJARAN INTI

KONTRIBUSI JAM UNTUK LIFE SKILLS PER MINGGU

1.

 Personal Skills :

40%

 Physical skills  Pendidikan Jasmani danKesehatan
 Intellectual Skills  Bahasa Indonesia danMatematika Dasar
 Emotional Skills  Kesenian, Sastra dan BudiPekerti
 Spritual Skills  Pendidikan Agama

2.

 Social Skills  :

10%

 PPKn, Sejarah dan Ekonomi

3.

 Environmental Skills :

10%

 Geografi, Kependudukandan Lingkungan Hidup

4.

 Vocational Skills :

40%

 Matematika Lanjut
 IPA Lanjut
 Bahasa Inggris
 Bahasa Asing lain
 Pendidikan Ketrampilan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: