TAMAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH CAHAYA INSAN CENDEKIA

Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal

Posted on: September 10, 2014

Perkembangan Kecerdasan

Perkembangan Kecerdasan

Cerdas adalah kemampuan seorang anak dalam beradaptasi dengan lingkungan serta kemampuan anak dalam memecahkan masalah dan mempelajari situasi. Kecerdasan anak dapat dipantau dari perkembangan kognisi dan persepsinya yang dapat dilakukan sejak bayi. Salah satu organ penting yang perlu diperhatikan dalam proses tumbuh kembang anak adalah otak. Otak secaa garis besar terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian otak kanan dan otak kiri yang memiliki fungsi yang berbeda. Di bawah ini adalah tabel fungsi otak kanan dan otak kiri.

Otak Kiri Otak Kanan
  • Berbicara dan mengusai tata bahasa sehingga dapat berbahasa dengan baik dan benar.
  • Sifat intuitif dan berperasaan, dalam berbahasa berperan dalam gaya behasa (intonasi dalm komunikasi pragmatis).
  • Baca-tulis-hitung.
  • Sifat waspada, atentif, berdaya konsentrasi.
  • Daya ingat nama, waktu, peristiwa.
  • Pengenalan ruang dan lingkungan.
  • Sifat logis, analitis, terarah pada satu persoalan, langkah demi langkah, rasional. Ini berhubungan erat dengan pembentukan kecerdasan anak yang penting untuk pendidikan formal.
  • Pengenalan diri dan orang lain.
  • Senang akan musik.
  • Kondisi emosi yang relatif stabil atau terkendali.
  • Proses sosialisasi: pembentukan kepribadian dan kemandirian.
  • Bersifat kreatif dan produktif.

Stimulasi seimbang pada kedua belahan otak sangat dibutuhkan agar si kecil menjadi anak yang cerdas dan
berperilaku baik. Contoh stimulasi yang sangat baik untuk mengembangkan fungsi otak si kecil adalah musik. Penelitian yang dilakukan di Eropa membuktikan bahwa musik sangat membantu memperkuat bayi prematur. Penelitian lain menunjukkan, memperdengarkan musik selama 40 menit sehari selama 4 hari dapat menaikkan berat badan, menurunkan tekanan darah dan memperkuat detak jantung bayi.Dalam perkembangan anak, kecerdasannya dapat dipantau dari perkembangan kognisi dan persepsinya sejak bayi.

Usia Kognisi / Persepsi
0 bulan Reaksi kesal, kaget terhadap cahaya dan suara nyaring.
1 bulan Mata bergerak kedua sisi mengikuti kerincingan warna merah.
2 – 3 bulan Mata mengikuti kerincingan warna merah, gerakan mata dari sudut ke sudut mata yang lain.
4 bulan Mengamati mainan di tangan.
5 – 6 bulan Mengikuti benda yang jatuh dengan pandangannya.Mencari sumber bunyi/objek dengan memutar kepala.
7 – 8 bulan Berusaha mengambil benda yang diraih dengan mengubah sikap tubuh.
9 bulan Melihat dan menyadari adanya benda dalam kotak dan meraihnya.Memasukkan gelang-gelang ke liangnya.
10 – 11 bulan Melempar mainan dengan sengaja. Memainkan lonceng. Meraba bagian-bagian benda dengan telunjuk.
12 bulan Menarik mainan pada talinya. Menjatuhkan benda ke dalam kotak kecil.
13 – 15 bulan Menunjuk minat pada gambar. Mengambil mainan dari kotak dan mengembalikannya. Membuka tutup kotak.
16 – 18 bulan Menunjuk 3 bagian tubuh. Menemukan mainan yang disembunyikan. Mengerti fungsi benda.
19 – 24 bulan Menunjuk 4 bagian tubuh. Mencocokkan bentuk.
2 th – 2 th. 3 bln Mencocokkan bentuk (geometris).
2 tahun 6 bulan Menunjukkan 12 bagian tubuh. Menyebutkan 4 bagian tubuh.
3 tahun Main puzzle belah empat atau lima. Menyesuaikan 4 warna. Berhitung sampai lima. Menghitung jumlah benda sampai 3.

Dengan mengetahui tahapan-tahapan perkembangan kognisi/persepsi, Anda dapat menstimulasi kecerdasan anak sejak dini.

Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal sangat perlu diperhatikan.  Perkembangan emosi seorang anak sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Dalam perkembangannya kedua faktor ini dapat dikatakan memiliki dampak baik langsung maupun tidak langsung, namun yang perlu untuk diperhatikan adalah bahwa keduanya berperan secara bersamaan tidak hanya terhadap emosi namun juga perkembangan kecerdasan. Hubungan antara perkembangan emosi anak dan perkembangan kecerdasan adalah sama-sama dipengaruhi faktor-faktor penting baik internal seperti kesehatan dan genetik atau pembawaan sejak lahir, dan faktor eksternal seperti kondisi lingkungan sosial dimana individu seorang anak tumbuh.

Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan emosional memiliki hubungan yang erat dengan kecerdasan interpersonal dan hal ini dapat secara positif dikembangkan pada seseorang sejak usia dini yaitu masa kanak-kanak. Perkembangan emosi anak dapat meningkat sejalan dengan berkembangnya kecerdasan interpersonal dimana dalam perkembangannya, seorang anak dapat memahami dan mengendalikan keadaan emosi secara internal pada dirinya sekaligus kondisi emosi individu lainnya yang berkorelasi dengan dirinya. Kecerdasan interpersonal atau dikenal juga sebagai kecerdasan sosial dalam perkembangannya dapat memicu (trigger) pertumbuhan emosi anak antara lain melalui pemahaman terhadap kondisi lingkungan sosial yang didominasi dengan kemampuan dalam hal berhubungan dengan individu lain di sekitarnya. Lebih lanjut, secara psikologi, kecerdasan interpersonal dapat mempengaruhi perkembangan emosi seorang anak melalui keterlibatannya dalam lingkungan sosial disekitarnya meliputi: kepekaan terhadap perasaan orang lain antara lain melalui ekspresi wajah, bahasa tubuh serta performa dan temperamen orang di sekitarnya.

Berdasarkan beberapa studi yang telah dilakukan, perkembangan emosi seseorang secara positif akan meningkat sejalan dengan kecerdasan interpersonal melalui tingkat kepekaan dan kemampuan berinteraksi dengan individu lain dalam suatu komunitas masyarakat. Dengan demikian hubungan antara perkembangan emosi anak terhadap perkembangan kecerdasan interpersonal dapat diukur berdasarkan beberapa kriteria antara lain seperti daya tanggap atau respon terhadap orang lain, kemampuan menilai pribadi orang lain, penguasaan diri yang dapat ditindaklanjuti dengan introspeksi diri dalam upaya untuk menanggapi atau bereaksi atas lingkungan sosial disekitarnya.

Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal Sebagai Dasar Pengembangan Kepribadian Anak

Hubungan timbal balik antara tingkat emosi dan kecerdasan interpersonal dapat dijadikan sebagai dasar dalam membentuk suatu kepribadian yang positif terhadap tumbuh kembang seorang anak. Pendekatan persuasif secara menyeluruh selain dengan memantau perkembangan kecerdasan emosional (EQ) dapat dijadikan sebagai metode untuk pengembangan kepribadian anak.

Nilai-nilai tingkat emosi yang mencakup pengendalian diri (emosi), kemandirian, tingkat adaptasi terhadap lingkungan, ketekunan, dan keseriusan serta sikap respect dan menghormati individu lain merupakan faktor-faktor penting yang dapat dijadikan sebagai pemicu (trigger) untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal dan Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal. Adapun indikator keberhasilan dari hubungan emosi dengan perkembangan kecerdasan interpersonal pada seorang anak dapat terlihat dari kemampuannya dalam membangun hubungan positif secara mutualisme dengan orang lain dan sekaligus mampu bersosialisasi dalam suatu komunitas.

Dengan melihat hubungan perkembangan emosi anak terhadap kecerdasan atau sebaliknya maka kepribadian anak sesungguhnya dapat dikendalikan sejak dini melalui pendekatan baik secara verbal maupun non verbal. Pengembangan Kepribadian secara utuh pada  anak mencakup emosi dan kecerdasan interpersonal  sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan sosial sebagai faktor eksternal yang diawali dari lingkungan terdekat seperti keluarga, dan hubungan dengan lingkungan pertemanannya dan Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: