TAMAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH CAHAYA INSAN CENDEKIA

Mengajarkan Anak Berprilaku Sopan Santun

Posted on: October 24, 2014

Pendidikan anak dianggap sebagai tugas sekolah dan guru saja. Padahal orang tua juga memiliki tugas untuk mengajarkan sopan santun pada anak sejak dini. Sudahkah Anda melakukannya? 
Selain kecerdasan ada harapan orang tua yang biasanya menyertai anak, yaitu berbudi luhur. Agar anak memiliki budi pekerti luhur, orang tentunya harus mengajarkan pendidikan anak berupa sopan santun sejak dini.
Anak memang sebaiknya mendapat pengajaran tentang sopan santun sejak masih kecil, karena dari kecil prilaku anak lebih mudah dibentuk. Apalagi kebiasaan anak kecil yang suka mencontoh perilaku orang di sekitar mereka, terutama orang tua. Jelaskan juga pada anak alasan mengapa mereka perlu berlaku sopan sehingga mereka mengerti alasannya. Apa saja sopan santun sederhana yang perlu Anda ajarkan kepada anak?
1. Ajarkan mengucapkan kata “tolong” dan “terima kasih” 
Dua kata ini memang terkesan sepele tapi memiliki dampak yang hebat. Biasakan menggunakan kata “tolong” dalam pergaulan sehari-hari atau saat memerintah anak, misalnya saat meminta anak membelikan bahan makanan di warung atau merapikan mainan yang berantakan.
Memerintah tanpa menggunakan kata “tolong” biasanya akan ditanggapi berbeda oleh lawan bicara. Jangan lupa biasakan mengucapkan terima kasih saat anak selesai melakukan perintah. Hal ini dimaksudkan agar anak merasa usahanya dihargai. Dengan demikan, anak akan terbiasa bersikap sopan hingga ia dewasa nanti.
2. Menyapa orang lain 
Untuk menyambung silaturahmi cara sederhana yang bisa dilakukan adalah menyapa orang yang mereka kenal terutama saat bertemu di jalan. Ajarkan ini juga pada anak agar mereka memiliki sikap rendah hati. Orang yang biasa menyapa lebih dulu akan lebih mudah diterima dalam pergaulan masyarakat.
3. Menghormati orang yang lebih tua 
Mendidik anak untuk menghormati orang tua dan orang yang lebih tua adalah salah satu norma kesopanan penting yang berlaku di masyarakat. Ajarkan anak-anak untuk selalu berlaku dan berbicara sopan kepada orang yang lebih tua.
Caranya bisa dengan memberikan tempat duduk di kendaraan umum kepada ibu hamil atau orang lanjut usia, mencium tangan orang tua saat bertamu ke rumah saudara, seperti kakek atau tante, dan tidak menyela orang lain yang sedang bicara.
 
4. Membantu orang lain 
Ajarkan anak untuk terbiasa membantu kaum yang lemah atau bersedekah. Salah satu contohnya adalah meminjamkan alat tulis kepada teman yang tidak membawanya ke sekolah, menyisihkan pakaian layak yang tidak terpakai untuk orang yang membutuhkan, dan membantu lansia atau penyandang disabilitas yang ingin menyeberang jalan.
5. Tata krama 
Jangan sepelekan masalah tata karma terutama di meja makan. Anak-anak yang paham masalah tata karma di rumah akan terbawa ketika mereka makan di luar rumah.
Beberapa hal yang bisa diajarkan seperti tidak mengunyah dengan mulut terbuka, tidak menimbulkan bunyi saat mengunyah, mendahulukan pemilik rumah atau orang yang lebih tua saat mengambil makanan.
6. Tidak pelit pujian 
Memberi pujian atas usaha anak bisa menambah motivasi mereka. Hal ini juga membantu anak untuk menyadari perlunya menghargai upaya seseorang. Namun, usahakan tidak bersikap palsu saat sedang memuji seseorang atau terlalu sering mengumbar pujian.
Jadi, sudahkan Anda sebagai orang tua menanamkan pada anak Anda sopan santun? Selamat mencoba!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: