TAMAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH CAHAYA INSAN CENDEKIA

APA BEDA NASIHAT ORANG TUA GAGAL DAN ORANG TUA SUKSES ?

Posted on: March 26, 2015

mom-dad copy

Apakabar ayah bunda tercinta? Semoga selalu sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta dirumah.
Ayah Bunda dan para guru tercinta di seluruh pelosok negeri.
Ternyata Nasib seorang anak itu sebagian besar di tentukan oleh Pesan dan Nasehat Orang Tuanya. Demikianlah yang di kisahkan dalam buku yang di tulis oleh Robert T Kyosaki yang berjudul Rich Dad and Poor Dad. Ternyata hasil riset yang dilakukan oleh Carnigie Institute of Learning terhadap Orang-Orang Paling Sukses dan Orang-Orang Gagal di dunia ini juga menunjukkan hasil yang sama.
Orang-orang yang hidup makmur dan berkecukupan memiliki pola-pola yang mirip satu sama lainya, sementara orang-orang yang gagal juga memiliki pola yang hampir sama satu sama lainnya dalam memberikan nasihat pada anak-anaknya. Selengkapnaya di bahas oleh ayah edy dalam buku terbaru yang berjudul MENEMUKAN POTENSI EMAS ANAK SEJAK DINI UNTUK BISA MENCAPAI SUKSES DAN BAHAGIA DALAM PROFESI YANG DI CINTAINYA.
Berikut adalah kebanyakan Nasihat orang tua gagal dalam meberikan nasihat pada anaknya; dirangkum mejadi sebuah rumusan 3 M dan 1 H. Money, Money, Money and Happy. (Uang, Uang, Uang dan Bahagia)
Orang tua gagal selalu memberikan nasihat pada anaknya yang menyelipkan unsur akhir dari tujuan hidup adalah untuk MENDAPATKAN UANG SEBANYAK-BANYAKNYA. Hingga akhirnya jadilah negara kita yang seperti ini. Sudah jelas2 memilih profesi ABDI NEGARA dan ABDI MASYARAKAT (Mengabdi Pada Negara dan Masyarakat) tapi berusaha sekuat tenaga untuk menjadi KAYA RAYA dan BANYAK UANG melalui profesinya dengan menggunakan segala macam cara yang haram dan melanggar hukum. Karena yang ada di kepalanya hanya ada UANG, UANG DAN UANG lah yang bisa membuat hidupnya bahagia.
Lalu apa persisnya nasihat Orang tua Gagal pada anakknya yang terdiri dari 3 huruf M dan 1 Huruf H di akhir.
Inilah isi nasehatnya:
Money yang pertama: “Sekolah yang pinter ya Nak, biar besok kalo sudah besar pinter cari …..”UANG”
Money yang kedua:“Nanti kalau kuliah ambil jurusan yang gampang cari kerja ya, biar kamu cepat dapat …..”UANG”
Money yang ke tiga:“Kalo sudah lulus, usahakan bekerja di perusahan Asing ya… agar gajinya besar dan kamu banyak…..”UANG”.
Dan H yang terakhir: “Nanti kalau kamu sudah banyak uang, Hidupmu pasti akan bahagia”
saya saat ini bisa tertawa, ya mentertawakan diri saya sendiri, yang dulu juga telah mengikuti rumusan hidup semacam ini. Dan apa pelajaran yang saya petik?
“Jika kita sungguh2 mengikutinya; benar memang kita pada akhirnya bisa bekerja di perusahan asing dan bahkan jika mau di negara asing sekalian.” Tapi apakah UANG menjamin kita pasti bahagia, Eit… tungguh dulu. Saya tertawa lagi setidaknya mentertawakan keyakinan saya dulu terhadap uang. Ternyata tidak benar jika UANG itu menjamin kita menjadi lebih bahagia, uang hanya mampu membuat kita lebih mudah memenuhi kebutuhan hidup dan keinginan dan tidak bisa menjamin kebahagiaan hati seseorang.
Hal ini terbukti saat sekarang saya menjadi Konsultan Keluarga. Betapa banyak orang datang kepada saya karena TIDAK BAHAGIA. Dan kebanyakan adalah ORANG-ORANG YANG BANYAK UANGNYA.Yang lebih mengerikan adalah apa bila ternyata kita tidak bisa mendapat banyak uang apakah seumur hidup kita tidak akan pernah bahagia? Apakah segala cara haram akan kita tempuh untuk bisa mendapatkan UANG SEBANYAK-BANYAKNYA?
Inilah yang sedang di alami oleh negeri ini; hasil dari sebuah nasehat pada anak-anak yang sejak kecil di tanamkan ke alam bawah sadarnya untuk mendapatkan UANG SEBANYAK-BANYAKNYA. Terlepas apapun profesinya sebagai ABDI NEGARA atau yang mengabdi pada negara. Padahal jika kita mengikuti nasihat ORANG SUKSES dalam mendidik anaknya; maka justru menghasilkan anak-anak yang hidup bahagia dan menjadi MAGNET bagi uang. Tanpa harus mati-matian mencari uang tapi malah uanglah yang mengikuti dirinya.
Lantas seperti apa Nasehat yang diberikan para orang tua sukses ini pada anaknya ? yang kemudian saya coba jalani sendiri mulai usia 33 tahun. Setelah saya terapkan pada diri sendiri dan anak-anak yang mengikuti bimbingan profesi dengan kami, hasilnya sungguh luar biasa. Hidup menjadi jauh lebih bahagia, dan ternyata benar bahwa BAHAGIA itulah yang sesungguhnya akan menjadi MONEY MAGNET (Rezeki akan mengikuti siapa yang hidupnya bahagia dan melakukan profesinya dengan bahagia sepenuh hati) dan bukan UANG YANG MEMBUAT KITA BAHAGIA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: