TAMAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH CAHAYA INSAN CENDEKIA

Mengenal Ciri Anak dengan Kemampuan Otak Kanan nya

Posted on: March 26, 2015

otak kananApakah kita atau anak kita atau murid kita memiliki kemiripan dengan ciri-ciri ini ?

Berdasarkan temuan dalam bidang sains otak, (Roger Speery peraih nobel untuk penelitiannya tentang fungsi otak kiri dan otak kanan) diketahui bahwa otak berpikir manusia terbagi atas belahan otak kiri dan kanan. Masing-masing belahan memiliki kemampuan yang berbeda dan saling melengkapi.

Mirip seperti tangan kita ada kiri dan ada kanan. Ada sebagian orang yang lebih dominan menggunakan kiri atau yang sering disebut sebagai anak kidal, ada yang dominan kanan tapi ada juga yang seimbang. Otak juga sama dengan tangan dalam proses bekerjanya dia selalu bersama-sama saling melengkapi, hanya tetap saja ada yang sedikit lebih dominan dari lainnya. Persis seperti tangan kita.

Karena selama ini yang kita ketahui hanya kemampuan dan sifat-sifat otak kiri, maka standar ke normalan berpikir seorang anakpun didasarkan pada cara bekerjanya otak kiri. Sebelum para ilmuan otak menemukan ini kira-kira 20 tahun yang lalu, maka anak-anak yang cenderung dominan otak kanan sering dikategorikan bermasalah. Padahal sesungguhnya mereka bukan bermasalah melainkan memiliki sifat-sifat yang lebih di dominasi otak kannya.

Mari kita perhatikan ciri-cirinya,

  1. Sulit mengikuti pelajaran disekolah.
  2. Terlambat bicara dibandingkan anak seusianya
  3. Pada awal-awal sering lebih kuat tangan kiri (kidal) dan sering terbalik memakai sendal/sepatu.
  4. Jika berbicara tidak runtut dan sistematis dan sulit dipahami maksudnya./bicara melompat-lompat antar satu topik dengan lainnya.
  5. Persaannya sangat sensitif/peka, emosional cenderung moody (mengerjakan sesuatu sesuai mood)
  6. Sulit mengungkapkan keinginannya dalam bentuk kata/kalimat atau sulit menyusun kalimat untuk mengungkapkan perasaannya.
  7. Cepat hafal tempat/lokasi, tanda-tanda dan rute perjalanan kesatu tempat yang pernah dikunjungi meskipun hanya sekali.
  8. Sering bicara tidak nyambung dengan pertanyaan.
  9. Kadang suka berkhayal dan bicara sendiri menceritakan fantasinya.
  10. Kadang bercerita ke satu tempat yang sebenarnya belum pernah di kunjunginya seolah-olah seperti nyata.
  11. Konsentrasi rendah pada pekerjaan yang kurang disukainya/diminta oleh gurunya tapi sangat tinggi pada hal-hal yang menarik perhatiannya.
  12. Sering membuat cara baru dalam menyelesaikan tugas/soal-soal dan kurang suka cara yang di ajarkan oleh gurunya.
  13. Lebih suka permainan rangcang bangun seperti lego dsb.
  14. Suka keluar dari kelompok dan melakukan aktivitasnya sendiri.
  15. Sebagian ada yang sudah tahu membedakan jenis-jenis benda; seperti merek mobil, jenis pesawat dsb. dalam usia yang relatif sangat dini
  16. Sulit diajari mengeja suku kata
  17. Waktu kecil sulit membedakan huruf d dengan b.
  18. Jika menulis huruf sering terbalik antara W dengan M atau E dengan 3
  19. Sulit mengerjakan soal-soal matematika logika/rumus-rumus
  20. Sebagian lagi sulit mamahami maksud dari soal cerita matematika kecuali diberikan contoh analogi/perumpamaan dengan menggunakan alat bantu benda-benda.
  21. Sering memandang ke atas dan terlihat seperti melamun
  22. Kurang suka mencatat dan lebih suka memenuhi bukunya dengan gambar disana-sini.
  23. Sering membaca melompat dan beberapa kata tertinggal atau terlompati.
  24. Jika sudah mengenal huruf/angka, ia mampu membaca urutan huruf/angka dari belakang atau dengan urutan terbalik dengan cepat & tepat.
  25. Selalu menghindar jika di ajak belajar baca atau menulis, dengan berbagai alasan. Dan lebih suka menggambar atau bermain.

Para orang tua dan guru yang berbahagia….

Apakah ciri-ciri tersebut sebagian ada yang mirip dengan anak anda di rumah? Kalau “Ya” jangan khawatir, anak anda sama sekali bukan bermasalah melainkan lebih dominan otak kananya. Yakni anak-anak yang memiliki keunggulan dalam bidang Seni, Imajinasi, Desain, Rancang bangun, dan para pencipta baik dibidang sains atau dibidang seni. Bagaimana cara mengelolanya agar ia bisa mencapai potensi unggul yg dimilikinya?? Berfokuslah pada keunggulan dan bukan pada kelemahannya, Petakan potensi unggulnya dan dukung agar berkembang dan bukan membebaninya dengan berbagai mata pelajaran yang tidak disukainya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: