TAMAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH CAHAYA INSAN CENDEKIA

Membiasakan Anak UntuK “Berdoa”

Posted on: March 28, 2015

 

Berdoalah kepada-Ku, aku akan mengabulkan untukmu”, begitulah firman Allah dalam Al Quran.

“Doa adalah otak ibadah”, begitu sabda Nabi Muhammad dalam salah satu hadisnya. Oleh karena itu, berdoa sangat dianjurkan untuk dilakukan dalam setiap saat, terutama ketika hendak memulai suatu pekerjaan dan setelah selesai mengerjakan pekerjaan tersebut.

Salah satu cara terbaik dalam mengajarkan anak berdoa adalah dengan memberikan suri tauladan dari diri Anda sendiri. Mereka bisa melihat, mendengar dan mengikuti Anda berdoa. Untuk itu biasakanlah anak-anak mendengarkan doa Anda. Berikan dasar-dasar firman Tuhan dalam doa-doa Anda. Dari pengalaman saat menyelidiki firman Allah bersama-sama, anak-anak akan dapat mengembangkan doanya.

Ada baiknya jika anak-anak terbiasa membaca doa sejak mereka masih kecil hingga mereka dewasa. Dengan demikian, anak-anak akan selalu mengingat Allah, bersyukur atas nikmat-Nya, serta selalu berada dalam bimbingan dan lindungan-Nya.

Para orang tua juga sebaiknya membaca doa-doa ini. Selain untuk kebahagiaannya sendiri, juga bisa memberikan contoh dan menjadi tauladan yang baik untuk anak-anaknya.

Mendidik anak sejak dini menjadi suatu kewajiban orang tua sejak dari kandungan hingga beranjak dewasa. Islam, misalnya, mengajarkan pentingnya pendidikan anak sejak ia berada dalam kandungan ibunya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau, anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat. Karena itu terimalah nazar itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah yang maha mendengar lagi maha Mengetahui”. (Quran Surat Ali Imran: 38)

Mengajarkan anak berdoa bisa dilakukan dengan banyak cara, dengan sering mengucapkanya  saat anak anak ingin memulai aktifitas atau semua kegiatanya sehari-hari misanya bangun tidur, mandi, makan, sampai doa yang sering dilafazkan saat solat. Hal ini terbukti sangat efektif melatih daya igat anak yang masih bersifat long term memories. Saat anak-anak telah terbiasa, dimanapun berada anak akan tetap melafazkan doa tersebut.

Agar anak lebih terlatih lagi bisa menggunakan media lagu yang sering didengarkan anak-anak akan menirukan sambil menghafal. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang manah. amiiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: