TAMAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH CAHAYA INSAN CENDEKIA

Membentuk Kepribadian Anak

Posted on: April 9, 2015

Membentuk kepribadian anak itu adalah mengajarkan atau membentuk anak agar bersikap baik dihadapan mayarakat maupun dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Membentuk kepribadian anak adalah membentuk anak yang berakhlak yang baik.

Megajarkan Kejujuran

Jujur Itu Hebat

                      Jujur Itu Hebat

Siang itu kedua anak sedang bermain disekitar rumah berkejar kejaran, Hanif dan Rubiyah sesekali mereka melemparkan batu-batu kecil berlawanan arah sebagai tanda ejekan. Namun tanpa sengaja Rubiyah melemparkan batu kearah kaca sampai kaca pecah berserakan, Kaca rumah orang tua Rubiyah pecah terlempar batu, mereka semua terdiam. Mereka terdiam dan Hanif pun pulang kerumahnya. Orang tua Rubiyah baru sadar bahwa kaca dirumahnya ada yang pecah, setiap anggota keluarga ditanyai satu persatu sampai tiba giliran Rubiyah menjawab pertanyaan kedua orang tuanya.” Nak Kamu Tau Siapa yang memecahkan Kaca di rumah kita?” Rubiyah tertegun diam dan dia pun menjawab “Hanif Ayah, Tadi dia melempar batu ke arahku dan mengenai kaca” dan bla bla pembelaan yang diucapkan Rubiyah untuk menutupi kesalahannya.

Orang tua Rubiyah kemudian menceritakan hal tersebut kepada kedua orang tua Hanif, Orang tua Hanif pun menanyakan langsung dengan Hanif, dan jawaban sebaliknya yang di dengar oleh orang tua Rubiyah, Hanif mengatakan Rubiyahlah yang tanpa sengaja melemparkan batu kearahnya dan mengenai Kaca rumah. Orang tua Rubiyah sangat malu dengan kenyataan tersebut. Sesampainya di rumah orang tua Rubiyah memarahi Rubiyah yang sudah tidak bersikap jujur, memberanikah diri menceritakan masalah dan kesalahannya, justru melimpahkan kesalahan tersebut kepada orang lain.

Kejadian tersebut bisa terjadi disekitar kita, Sebagai orang tua kita perlu mengajarkan anak kita dalam bersikap saat menghadapi masalah dengan keberanian dan kejujuran.

Kejujuran adalah sifat yang tidak dapat datang sendiri dan sikap yang tidak dapat datang sendiri. Orang tua diharapkan memberikan contoh perilaku jujur dalam setiap hal dihadapan anak. Tanamkan dalam anak bahwa sikap jujur akan menang dan bohong akan kalah, dan tamankan tidak ada ruang untuk berlaku bohong. Sifat jujur akan menurun sikap tidak semaunya sendiri.

Mengajarkan Keberanian

Mengajarkan keberanian pada anak artinya menanamkan pengertian, pemahaman dan sikap mental tentang sikap berani. Berani melakukan sesuatu yang sesuai dengan tuntunan agama diseratai berani bertanggung jawab. Jangan biarkan anak menjadi penakut dan pengecut. Sebab sikap ini hanya akan mengakibatkan anak tidak bisa bersikap apa-apa didepan orang lain. Kembangkan sikap tegas dan berani menghadapi rintangan yang sedang ada dihadapinya. Adapun cara mengajari keberanian sebagai berikut:

Tunjukan contoh-contoh perjuangan yang memerlukan keberanian

Ajaklah anak untuk menyaksikan secara langsung pada even atau kejadian yang dapat menggugah keberanian anak. Membelajarkan sifat keberanian kepada anak, membelajarkan artinya memberikan kesempatan anak untuk mengalami “keberanian” pada menuntut munculnya keberanian

Mengajarkan Kesabaran

Langkah awal agar anak terbisa sabar adalah tidak memanjakan anak. Langkah berikutnya adalah berikan pengertian dan contoh kisah teladan kebaikan sifat sabar. Kesabaran akan memperbanyak teman dan kesabaran mendatangkan pahala. Sifat sabar akan menghasilkan keuntungan bagi anak itu sendiri, yaitu :

  • Tidak mudah putus asa
  • Tidak iri hati
  • Menerima ( tidak mengeluh aau tidak menggerutu )
  • Mendewasakan anak

Mengajarkan Kesederhanaan

Mengajarkan sifat kesederhanaan merupakan sebagian dari usaha menanamkan budi pekerti menuru ajaran Nabi Muhammad SAW. Orang tua wajib membekali anak sikap sederhana, agar anak tidak minta banyak tuntutan. Cara mengajarkan kesederhanaan, pemberian contoh tauladan kesederhanaan orang tua. Sedikit bicara namun banyak contoh merupakan cara pembelajaran kesederhanaan yang dirasa paling megena dan efektif. Orang tua tidak dibenarkan menanamkan cara-cara hidup mewah, sederhana adalah cara hidup terbaik.

Mengajarkan Berpikir Lurus

Cara praktis membelajarkan anak berpikir lurus adalah membiasakan anak untuk menggunakan logika dalam berpikir. Hukum sebab akibat juga penting untuk disampaikan kepada anak sepagai pendukung penjelasan berpikir lurus. Untuk membiasakan anak berpikir lurus dan luas adalah membiasakan mengajak diskusi anak, agar komunikasi orang tua kepada anak diharapkan tidak terputus oleh kesibukan tugas. Anak diformat agar terbukan dihadapan anggota keluarga.

Mengajarkan Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya. Untuk menanamkan tanggung jawab kita bisa memberi berbagai macam tugas atau pekerjaan kepada anak. Hal yang perlu diingat oleh orang tua adalah bahwa tugas yang dikerjakan anak ini bukan mementingkan hasil semata-mata melainkan penanamanrasa tanggung jawab itulah yang terpenting. Apabila melihat anak melakukan kesalahan dalam melaksanakan tugas, jangan langsung marah-marah. Tegur dengan kalimat yang akrab, lembut dan menyejukan hati anak sembari mengajarkan tugas yang benar. Mengajarkan tanggung jawab pada anak diupayakan dengan cara yang efektif dan menyenangkan.

Mengajarkan Kedisiplinan

Dari bahasa aslinya (discipline: inggris) berarti ketertiban. Ketertiban sangat terkait antara perilaku seseorang dengan aturan/hukum/ adat kebiasaan masyarakat dimana perilaku seseorang itu berlangsung.

Tujuan pendisiplinan anak agar anak bisa bertingkah laku sesuai dengan yang diharapkan masyarakat lungkungannya. Mulailah anak diajarkan bersikap dari hal-hal yang rutin dan mudah dipantau. Dalam menanaman sikap disiplin orang tua dituntut konsisten memberi teladan secara bijak.

Mengajarkan Nilai Semangat Juang

Sangatlah penting untuk ditanamkan pada diri anak nilai samangat juang. jangan sebaliknya, anak menumbuhsuburkan sikap putus asa, keluh kesah dan loyo semangat. Orang yang putus asa biasanya lemah kemauannya, dan sikap inilah bermuara pada sikap masa bodoh.setiap akan melakukan tugas, berilah semangat pada anak. Ketika anak mau belajar, berilah semangat dengan membeberkan keuntungan belajar dan kerugian tidak belajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: